Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2013

Bagaimana Kita Tahu Mana Cinta Sejati & Mana Yang Bukan?

1. Cinta sejati tidak sama dengan nafsu
Cinta dan nafsu sering kali membingungkan kita. Sebenernya, kebanyakan tema film, lagu, novel bukanlah tentang cinta, melainkan nafsu. Bagaimana membedakanya?
cinta tahan uji, … nafsu mudah luntur …
cinta menghargai … nafsu memanfaatkan …
Daya tarik fisik sering kali menjadi satu sinyal awal dari tumbuhnya Cinta sejati, tapi itu belum jadi cinta sejati.
2. Cinta tidak sama dengan keromantisan
Perasaan romantis memang luar biasa dalam hubungan dekat antara pria dan wanita. Tuhan memang merancang agar kita mengalami perasaan seperti ini dalam hubungan istimewa dengan lawan jenis. Namun gairah dan kehangatan romansa tidak dapat disamakan dengan cinta. Keromantisan merupakan suatu perasaan; sedangkan cinta sejati masih memiliki makna yang jauh lebih dalam lagi.
3. Cinta sejati tidak sama dengan tergila-gila
Perasaan tergila-gila adalah daya tarik dan gairah yang kuat dalam diri seseorang terhadap lawan jenisnya. Kamu akan memikirkan dia siang dan malam. Pikiranmu tersita oleh orang itu sehingga kau tidak dapat berkonsentrasi pada hal yang lain. Kata lain dari persaan tergila-gila ialah puppy love atau cinta monyet. Jatuh cinta atau cinta pandangan pertama biasanya mereka berbicara ttg perasaan tergila-gila…
4. Cinta sejati tidak sama dengan seks
Cinta merupakan proses ; seks merupakan suatu tindakan. Cinta bisa dipelajari; seks merupakan naluri. Cinta membutuhkan perhatian terus menerus; seks tidak perlu seperti itu. Cinta membutuhkan waktu untuk berkembang dan menjadi dewasa; seks tidak perlu waktu untuk berkembang. Cinta membutuhkan interaksi emosional dan rohani; seks hanya membutuhkan interaksi fisik. Cinta membuat hubungan makin dalam; seks tanpa cinta membuat hubungan jadi renggang.
Pada dasarnya ada tiga perilaku dalam membina hubungan dengan orang lain, yang seringkali disebut “Cinta”.
“aku mencintaimu jika…”
Cinta bersyarat, ‘cinta jika’, ialah cinta yg mengajukan persyaratan. cinta semacam ini diberikan atau diterima jika persyaratan tertentu dipenuhi, contoh aku mencintaimu jika kau mau berhubungan seks denganku sekali saja… ‘cinta jika’ selalu mengikat. Selama syarat terpenuhi, hubungan itu baik-baik saja. Namun saat persyaratan itu tak terpenuhi, cinta itu pun pupus. Banyak pernikahan kandas karena dibangun berdasarkan ‘cinta jika’. ‘Cinta jika’ bukan cinta sejati. jika kau berhubungan dengan seseorang dan merasa harus melakukan sesuatu dulu untuk mendapatkan cinta, berarti hubungan yg kau miliki bukan didasarkan pada cinta sejati.
“aku mencintaimu karena…”
Seseorang mencintai orang lain karena sesuatu yang dimiliki atau dilakukan orang itu. Contoh, aku mencintaimu karena kamu cantik, baik, dsb. Kedengerannya cinta karena cukup bagus hampir semua orang suka dicintai krn pribadi mereka atau apa yg mereka lakukan. ‘Cinta karena’ bukanlah cinta sejati. Kamu mungkin merasa tertarik kepada seseorang karena kepribadiannya, kedudukannya, kecerdasannya, keterampilannya, dsb. Namun, jika dasar cintamu tidak lebih dalam dari apa yang sekadar terlihat yang dimiliki atau dilakukan seseorang, maka cinta itu tidak akan bertahan lama.
Cinta titik
Jenis cinta ketiga adalah cinta tanpa syarat. Jenis ini mengatakan aku mencintaimu meski kau akan mengalami banyak perubahan. Tak ada sesuatupun yang dapat kau buat untuk memadamkan cintaku. ‘Cinta titik’ bukan cinta buta. Cinta jenis ini dapat dan benar-benar mengenal secara mendalam orang yang dicintainya. Cinta ini menyadari kemungkinan terjadinya kegagalan, kekurangan dan kesalahan orang itu. Tak ada cara untuk mengusahakan cinta jenis ini, tapi sebaliknya kau juga tidak dapat kehilangan cinta yg seperti ini.
Cinta titik’ berbeda dari ‘cinta jika’ karena cinta ini tidak perlu memenuhi syarat tertentu sebelum diberikan. Juga berbeda dengan ‘cinta karena’ sebab tidak ditentukan oleh menarik tidaknya si dia atau nilai-nilai yang disukai oleh pihak lain.
Nafsu, keromantisan, perasaan tergila-gila, seks, ‘cinta jika’, dan ‘cinta karena’ sama-sama ingin mendapatkan sesuatu dari orang lain, sebaliknya cinta sejati suka memberi kepada orang lain.

Minggu, 13 Januari 2013

Gaya Pacaran Cewek Sesuai Umurnya

 
Bukan cuma ukuran, tapi umur juga menentukan segalanya, iya kan? Salah satunya, urusan pacaran. Beda kan gayanya kalau pacar kamu umurnya 17 sama kalau umurnya 27? Nah, kali ini MBDC akan bahas gimana gaya pacaran sesuai umur si cewek. Kenapa harus dibahas? Ya supaya kamu bisa menyesuaikan dong. Mari!

1. Cewek di Bawah 17 tahun

Punya pasangan masih muda kaya gini, enaknya kamu akan selalu merasa muda dan ceria. Kamu juga pasti selalu update sama perkembangan zaman. Gaya pacaran kamu pasti setiap weekend kamu beredar di tempat paling hits di kota atau konser paling hipster. Biasanya juga, kamu akan jadi pasangan yang selalu melindungi alias bodyguard. Cewek umur segini juga masih seneng ngumpul bareng gengnya. Biasanya sih kamu diminta anter jemput dia dan temen-temennya. Nggak apa-apa sih, sekalian cuci mata ke temen-temennya. Enaknya lagi, orangtuanya bisa langsung percaya sama kamu karena kamu terkesan bertanggung jawab. Nggak enaknya, kalau diajak gaul sama temen-temennya ke pensi, kamu sering dikira kakaknya atau kalau lagi sial, dikira omnya.

2. Cewek Usia 20an

Kalau kamu pacaran sama cewek kuliahan atau baru lulus umur 20-an, kamu beruntung banget karena konon cewek usia segini sedang mekar-mekarnya. Ibaratnya ini adalah masa keemasan buat cewek deh! Kalau kamu jauh lebih tua dari cewek kamu, pasti kamu terlihat keren karena bisa menggaet cewek semuda ini. Sebaliknya, kalau kamu lebih muda pasti kamu bisa dianggap berpengalaman. Biasanya cewek umur segini masih senang mengeksplorasi dunianya sendiri tapi kadang-kadang masih butuh kamu. Jadi kamu sama dia masih bisa sama-sama punya waktu luang dan nggak ke mana-mana harus dianter sana-sini. Susahnya, karena lagi mekar-mekarnya, kamu juga harus waspada sama 'kumbang-kumbang' lain yang mau mendekat.  Biasanya sih karena lagi mekar, mereka senang menyebar benih di mana-mana!

3. Cewek Usia 30an

Buat kamu yang punya pacar cewek umur segini, jangan khawatir! Bukan artinya kamu punya selera yang tua justru kamu nggak usah susah-susah basa-basi tarik ulur sama cewek seumuran ini. Biasanya mereka mau yang jelas-jelas aja dan sudah tahu maunya apa. Tapi tahu maunya apa di sini belum tentu spesifik ya. Dia tetep bisa bilang kalo dia laper, tapi gak tau mau makan apa dan kamu yang harus menentukan. Yang pasti banget cewek umur segini harus tahu pacaran ini tujuannya apa. Jadi pada umumnya agak susah nih kalo kamu pacaran sama cewek umur segini tapi niat kamu cuma gejol doang. Biasanya sih dia bakalan rewel nanya mau dibawa kemana hubungan kamu.

4. Cewek Usia 40an

Cewek umur segini sih sebenarnya bisa dibilang kembali ke pubernya lagi. Mereka senang dimanjain lagi, senang diperhatikan lagi, senang bikin kejutan lagi. Ibaratnya, kamu bisa dapat segala kesenangan dalam diri cewek umur 17-30 tahun dalam diri cewek umur 40 tahun. Asik kan? Ada saatnya dia bisa jadi manja kaya anak kecil, bisa mendadak pengen berpetualang sendiri atau kadang bisa merasa yang paling tahu sedunia. Nah, kalau sudah kaya gini siap-siap menghadapi mood yang bisa berubah-ubah tiap saat.

 5. Cewek Usia 50 Tahun ke Atas

Hmm. Biasanya sih cewek usia 50 tahun ke atas udah gak niat pacaran ya. Biasanya antara mereka udah nyaman sendiri aja atau ya udah maunya kawin aja langsung. Di usia 50 tahun, seseorang sih biasanya udah gak terlalu eksploratif lagi kalo masalah cinta-cintaan. Mereka mau yang pasti dan jelas aja. Kalo kamu pacaran sama cewek usia 50 tahun ke atas, maka bersiap-siaplah diomongin di belakang sama orang-orang. Kamu pasti dikira cuma mau memanfaatkan harta si cewek. Atau kamu dikira brondong mainan tante-tante. Kecuali kamu juga umur 50 tahunan sih.
Nah demikianlah. Jadi kalo kamu mau pacaran sama seorang cewek, pastikan gaya pacaran kamu disesuaikan dengan usia si cewek. Dijamin akan mempermudah hidup kamu.